DENPASAR – Sebanyak 72 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026 resmi memulai Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang berlangsung di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar, mulai 28 Juli hingga 18 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali ini menjadi tahapan akhir sebelum para peserta menjalankan tugas sebagai pengibar Duplikat Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Bali.
Sebanyak 36 peserta putra dan 36 peserta putri mengikuti Pusdiklat setelah berhasil melewati proses seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat provinsi. Mereka merupakan pelajar terbaik yang mewakili seluruh daerah di Bali dan telah dinyatakan lolos melalui proses seleksi yang berlangsung selama beberapa bulan.
Selama kurang lebih tiga minggu, para peserta akan menjalani pembinaan intensif yang meliputi pelatihan peraturan baris-berbaris, tata upacara bendera, pembinaan fisik dan mental, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila. Seluruh rangkaian pendidikan tersebut dirancang untuk membentuk Paskibraka yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam pelaksanaan upacara kenegaraan, tetapi juga karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sebagai satu tim.
Puncak dari seluruh proses pelatihan ini adalah pelaksanaan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Bali pada 17 Agustus 2026. Setelah itu, para peserta juga dijadwalkan kembali bertugas dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Bali pada 1 Juni 2027 sebagai bagian dari pengabdian mereka kepada daerah dan bangsa.
Lebih dari sekadar mempersiapkan sebuah upacara, Pusdiklat Paskibraka menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, gotong royong, dan cinta tanah air yang ditanamkan selama pelatihan diharapkan terus melekat dan menjadi bekal dalam kehidupan para peserta, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Pelaksanaan Pusdiklat ini juga menjadi hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, Badan Kesbangpol kabupaten/kota se-Bali, sekolah, pelatih, pembina, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak yang bersama-sama mendukung pembinaan generasi muda melalui program Paskibraka.
Bagi masyarakat Bali, ke-72 peserta ini membawa harapan yang sama. Mereka berasal dari latar belakang daerah, sekolah, dan keluarga yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu tujuan, yakni mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar Merah Putih di tingkat provinsi. Saat bendera Merah Putih berkibar pada 17 Agustus mendatang, masyarakat tidak hanya akan menyaksikan prosesi upacara, tetapi juga melihat semangat, kerja keras, dan dedikasi putra-putri terbaik Bali yang telah dipersiapkan melalui proses panjang untuk mengemban amanah tersebut.
Baca juga : Dari Badung dan Karangasem untuk Indonesia, Dua Pelajar Bali Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Negara

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar