Senin, 24 Agustus 2026

Maybank Marathon 2026, Saat Ribuan Pelari Dunia Menggerakkan Sport Tourism dan UMKM Bali

Maybank Marathon 2026 di Bali United Training Center Gianyar
Maybank Marathon 2026 di Gianyar

GIANYAR – Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara memenuhi kawasan Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (23/8/2026). Mereka datang bukan hanya untuk menyelesaikan lomba lari, tetapi juga menjadi bagian dari sebuah event internasional yang semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism.

Maybank Marathon 2026 diikuti sekitar 14.100 pelari dari 46 negara. Ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-15 ini mempertandingkan kategori Marathon 42,195 kilometer, Half Marathon 21,1 kilometer, 10K, serta kategori Wheelchair dan Children’s Sprint. World Athletics juga mencatat Maybank Marathon sebagai bagian dari kalender Label Road Races 2026.

Di tengah perhelatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster turut hadir memberikan dukungan. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan event internasional yang dinilai dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ribuan Pelari Membawa Dampak Lebih dari Sekadar Perlombaan

Skala Maybank Marathon membuat dampak kegiatan tidak berhenti di lintasan lomba. Ribuan peserta yang datang dari luar Bali membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan, hingga berbagai kebutuhan selama berada di Pulau Dewata.

Kondisi tersebut membuat event olahraga seperti Maybank Marathon memiliki hubungan langsung dengan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Penyelenggara menargetkan perputaran nilai ekonomi dari penyelenggaraan 2026 dapat mencapai sekitar Rp300 miliar. Angka tersebut masih merupakan target, bukan hasil akhir yang telah dihitung setelah event berlangsung.

Sebagai pembanding, kajian yang dikutip Maybank menunjukkan dampak ekonomi Maybank Marathon 2025 mencapai sekitar Rp225,5 miliar, meningkat dari Rp164 miliar pada 2024. Pada 2025, rata-rata pengeluaran peserta juga tercatat sekitar Rp12,5 juta per orang, sementara omzet pelaku usaha meningkat 56 persen selama periode penyelenggaraan.

Data tersebut menunjukkan mengapa event olahraga berskala internasional semakin dipandang sebagai salah satu pintu masuk untuk menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

UMKM Mendapat Ruang Bertemu Wisatawan dan Peserta

Manfaat lain terlihat dari keterlibatan pelaku UMKM di kawasan kegiatan. Sejumlah stan usaha lokal hadir untuk menawarkan produk kepada peserta dan pengunjung.

Kehadiran UMKM dalam event seperti ini menjadi penting karena pelaku usaha tidak hanya memperoleh ruang berjualan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan produk kepada pengunjung dari berbagai daerah bahkan negara.

Gubernur Bali Wayan Koster juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan UMKM di kawasan acara. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa penyelenggaraan event internasional dapat diarahkan agar manfaat ekonominya tidak hanya berada di lingkungan penyelenggara, tetapi ikut dirasakan pelaku usaha lokal.

Bagi Bali, pola seperti ini menjadi semakin relevan ketika sektor pariwisata tidak hanya mengandalkan kunjungan wisatawan untuk menikmati destinasi, tetapi juga menghadirkan alasan baru bagi wisatawan untuk datang melalui kegiatan olahraga.

Bali Memanfaatkan Kekuatan Olahraga untuk Pariwisata

Maybank Marathon memiliki posisi khusus dalam dunia lari karena tercatat sebagai World Athletics Label Road Race. World Athletics memasukkan Maybank Marathon Bali pada kalender Label Road Races 2026 dengan tanggal pelaksanaan 23 Agustus.

Status tersebut ikut memperkuat daya tarik lomba bagi pelari internasional. Pada penyelenggaraan 2026, peserta berasal dari 46 negara, dengan sejumlah pelari elite dari Kenya dan Ethiopia turut berlaga di kategori Marathon. Hasil resmi World Athletics mencatat Michael Kimani Kamau dari Kenya menjadi pemenang Marathon putra dengan catatan waktu 2 jam 16 menit 10 detik, sedangkan kategori putri dimenangi Veronica Maina dari Kenya dengan waktu 2 jam 37 menit 22 detik.

Dengan karakter tersebut, Maybank Marathon tidak hanya menjual pengalaman berlari. Rute dan suasana Bali menjadi bagian dari pengalaman peserta, sementara kehadiran ribuan pelari dan pendamping menciptakan aktivitas tambahan di berbagai sektor pariwisata.

Event Olahraga Mulai Membawa Pesan Sosial dan Lingkungan

Rangkaian Maybank Marathon 2026 juga tidak hanya berisi kompetisi. Sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan turut menjadi bagian dari penyelenggaraan.

Di antaranya terdapat program Jejak Hijau Desa Sanding yang diarahkan pada upaya mendukung transformasi desa berkelanjutan. Ada pula Biru Charity yang ditujukan untuk pemberdayaan 100 generasi muda penyandang disabilitas dan anak yatim di Bali.

Sementara melalui program Run for Charity, sebanyak 36 pelari membawa misi sosial dalam keikutsertaan mereka di Maybank Marathon 2026.

Kehadiran program tersebut memperlihatkan bahwa sebuah event olahraga berskala besar dapat memiliki ruang untuk membawa isu lain di luar kompetisi, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga keberlanjutan lingkungan.

Dari Lintasan Lari Menjadi Ekosistem Pariwisata

Maybank Marathon 2026 pada akhirnya memperlihatkan bagaimana sebuah perlombaan lari dapat berkembang menjadi event yang melibatkan banyak sektor sekaligus.

Ada pelari yang mengejar catatan waktu, wisatawan yang menikmati Bali, hotel dan transportasi yang melayani peserta, UMKM yang memperoleh kesempatan berjualan, hingga masyarakat yang terlibat dalam berbagai program sosial dan lingkungan.

Dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap event seperti ini menjadi penting karena keberhasilan sebuah kegiatan internasional tidak hanya dapat dilihat dari jumlah peserta atau prestasi para juara. Nilai yang lebih besar terletak pada sejauh mana aktivitas tersebut mampu menciptakan pergerakan ekonomi dan memberikan pengalaman yang positif bagi peserta sekaligus masyarakat setempat.

Dengan lebih dari 14.000 peserta dari 46 negara pada 2026, Maybank Marathon menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi salah satu cara Bali memperluas daya tarik pariwisatanya. Tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat dari event berskala besar tersebut semakin luas dan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Bali.

Sumber: Maybank Indonesia, World Athletics, ANTARA, IDXChannel, Katadata, Metro TV, dan sumber pemberitaan terkait lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saat Tanah Pertanian Dihargai Tinggi, Apa yang Membuat Petani Tetap Bertahan?

 Lahan pertanian di Bali yang menjadi bagian penting dalam menjaga produksi pangan dan keberlanjutan ruang hidup masyarakat DENPASAR – Bagi...