Rabu, 19 Agustus 2026

Pelayanan Bandara Ngurah Rai Diperkuat, Waktu Tunggu Bagasi Kini Lebih Singkat

Rapat peningkatan kualitas pelayanan Bandara Ngurah Rai Bali
Rapat koordinasi peningkatan kualitas pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (15/8/2026)

BADUNG — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus dilakukan melalui evaluasi bersama seluruh instansi yang terlibat dalam pelayanan penumpang. Salah satu hasil yang dilaporkan pada evaluasi terbaru adalah berkurangnya waktu tunggu bagasi dibandingkan kondisi sebelumnya.

Evaluasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Rapat diikuti berbagai instansi penyelenggara pelayanan bandara, antara lain pengelola bandara, Imigrasi, Otoritas Bandara, Bea Cukai, serta unsur terkait lainnya.

Rapat ini merupakan evaluasi lanjutan dari koordinasi yang telah dilakukan pada 23 Agustus 2025 dan 28 Desember 2025. Pembahasan difokuskan pada pelayanan di Terminal Kedatangan Internasional, mulai dari ground handling, imigrasi, pengambilan bagasi, Bea Cukai, sistem komunikasi, keamanan, kelistrikan, toilet, kebersihan, hingga fasilitas ruang tunggu.

Waktu Tunggu Bagasi Berkurang

Perbaikan pelayanan menjadi perhatian setelah pada evaluasi sebelumnya masih ditemukan waktu tunggu yang cukup panjang, terutama pada pengambilan bagasi dan antrean di sejumlah titik pelayanan.

Dalam evaluasi 2025, waktu tunggu bagasi bahkan dilaporkan dapat mencapai sekitar 1,5 jam. Sejumlah langkah perbaikan kemudian disiapkan oleh instansi terkait, termasuk pembenahan sistem pelayanan dan fasilitas pendukung.

Hasil evaluasi pada 15 Agustus 2026 menunjukkan adanya perkembangan. Berdasarkan laporan dalam rapat, waktu tunggu bagasi untuk pesawat berukuran sedang dan kecil kini berada pada kisaran 13–30 menit. Sementara untuk pesawat besar dengan jumlah penumpang lebih banyak, waktu tunggu berada pada kisaran 18–40 menit.

Perbaikan juga terlihat pada pelayanan keimigrasian. Penggunaan autogate dan paspor elektronik membuat proses pemeriksaan menjadi lebih cepat, meskipun masih terdapat penumpang dari sejumlah negara yang menggunakan paspor biasa.

Fasilitas Bandara Ikut Dibenahi

Peningkatan pelayanan tidak hanya dilakukan pada proses kedatangan penumpang, tetapi juga menyangkut kondisi fasilitas di terminal.

Sejumlah fasilitas yang sebelumnya menjadi perhatian mulai dibenahi. Pengelola bandara telah memprogramkan penggantian toilet yang sudah berusia tua, pengadaan furnitur, penambahan petugas pelayanan, serta berbagai perbaikan lainnya.

Kebersihan terminal, kualitas penerangan, fasilitas komunikasi dan kenyamanan penumpang juga menjadi bagian dari evaluasi.

Perbaikan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut rapat koordinasi sebelumnya. Setelah evaluasi pada Agustus 2025, setiap instansi diminta menyusun langkah perbaikan. Pada Desember 2025, masing-masing instansi kemudian melaporkan rencana dan perkembangan perbaikan tersebut untuk dilaksanakan secara konsisten.

Bandara Ngurah Rai Jadi Pintu Masuk Utama Bali

Kualitas pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi hal penting bagi Bali karena bandara ini merupakan salah satu pintu utama kedatangan wisatawan ke Pulau Dewata.

Data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan, sepanjang 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur udara ke Bali mencapai sekitar 7,05 juta orang. Angka tersebut merupakan capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir dan meningkat dibandingkan sekitar 6,3 juta kunjungan pada 2024.

Besarnya arus wisatawan tersebut membuat kualitas pelayanan di bandara tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan penumpang, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman pertama wisatawan ketika tiba di Bali.

Karena itu, peningkatan kecepatan pelayanan, kebersihan, kenyamanan, keamanan, serta kesiapan fasilitas menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata Bali.

rapat peningkatan pelayanan Bandara Ngurah Rai
rapat koordinasi bersama instansi penyelenggara pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (15/8/2026)

Perbaikan Harus Dipertahankan

Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi terhadap berbagai perbaikan yang telah dilakukan. Namun, peningkatan kualitas pelayanan dinilai tidak cukup hanya dilakukan sekali.

Setiap instansi diminta mempertahankan pelayanan yang sudah berjalan baik sekaligus segera memperbaiki bagian yang masih memiliki kekurangan.

Evaluasi secara berkala juga akan terus dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Bagi Bali sebagai destinasi pariwisata internasional, pelayanan bandara menjadi bagian dari wajah daerah sekaligus Indonesia di mata wisatawan. Karena itu, peningkatan kualitas layanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat berjalan konsisten seiring dengan meningkatnya kebutuhan perjalanan dan perkembangan pariwisata Bali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saat Tanah Pertanian Dihargai Tinggi, Apa yang Membuat Petani Tetap Bertahan?

 Lahan pertanian di Bali yang menjadi bagian penting dalam menjaga produksi pangan dan keberlanjutan ruang hidup masyarakat DENPASAR – Bagi...