Senin, 27 Juli 2026

Bali Bersiap Menjadi Tuan Rumah World Climbing Series 2027



Denpasar — Bali membuka peluang menjadi tuan rumah ajang panjat tebing dunia, World Climbing Series 2027. Persiapan fasilitas wall panjat tebing berstandar internasional menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi tersebut di Pulau Dewata.

Rencana pembangunan fasilitas panjat tebing dengan standar internasional mencakup beberapa nomor pertandingan utama, seperti speed, lead, dan bouldering. Kehadiran venue tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kompetisi dunia sekaligus mendukung perkembangan olahraga panjat tebing di Bali.

Peluang Bali menjadi tuan rumah semakin kuat dengan adanya rekam jejak prestasi atlet panjat tebing asal daerah ini di tingkat internasional. Salah satunya ditunjukkan oleh atlet asal Kabupaten Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang berhasil membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan dunia.

Desak Made Rita mencatat prestasi besar setelah meraih medali emas nomor speed putri pada IFSC Climbing World Championship 2023 yang berlangsung di Bern, Swiss. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya sekaligus mengantarkannya mendapatkan tiket menuju Olimpiade Paris 2024.

Tidak berhenti di Swiss, atlet kelahiran Bali tersebut kembali menunjukkan konsistensinya di panggung dunia dengan meraih medali emas pada IFSC Climbing World Cup Kraków 2025 di Polandia. Pada tahun yang sama, Desak juga berhasil meraih medali perak dalam IFSC Climbing World Cup Chamonix 2025 di Prancis.

Catatan prestasi tersebut menunjukkan bahwa Bali memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga panjat tebing. Selain mampu melahirkan atlet berkelas dunia, Bali juga memiliki peluang untuk menggabungkan olahraga prestasi dengan sektor pariwisata melalui konsep sport tourism.

Sebelumnya, Bali belum dapat menjadi tuan rumah World Climbing Series karena belum memiliki fasilitas wall panjat tebing yang memenuhi standar internasional. Dengan tersedianya sarana tersebut, Bali diharapkan mampu masuk dalam kalender kompetisi dunia sekaligus membuka ruang pembinaan atlet generasi berikutnya.

Sudut Pandang 

Kesiapan Bali menjadi tuan rumah kompetisi panjat tebing dunia bukan hanya tentang membangun sebuah arena pertandingan. Lebih jauh, hal ini menjadi kesempatan untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Prestasi atlet Bali di panggung internasional membuktikan bahwa potensi daerah mampu bersaing di tingkat global. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas, pembinaan atlet, dan penyelenggaraan event dapat berjalan bersama agar Bali tidak hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga menjadi tempat lahirnya prestasi olahraga dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Bali Menjadi Bali? Jejak Leluhur, Hindu-Buddha, Kerajaan, Jawa, dan Tiongkok yang Membentuk Pulau Dewata

Jejak sejarah dan kebudayaan yang membentuk Bali melalui perjalanan panjang lintas zaman. Ketika mendengar kata Bali , yang terbayang biasan...