GIANYAR, Gerakan penanaman bawang putih serentak menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. Di Bali, kegiatan tersebut dilaksanakan di Banjar Kelodan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8/2026), dengan melibatkan pemerintah daerah, Kepolisian Daerah Bali, serta kelompok tani.
Kegiatan di Gianyar tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman bawang putih yang dilaksanakan secara serentak oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di sejumlah wilayah. Pusat kegiatan berlangsung di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan diikuti secara daring melalui sambungan Zoom.
Di lokasi Bali, penanaman dilakukan pada lahan seluas 30 are yang dikelola Kelompok Susbal Kumba, Banjar Kelodan. Penanaman secara simbolis dilakukan bersama jajaran Polda Bali dan organisasi perangkat daerah terkait.
Bawang Putih Jadi Perhatian dalam Ketahanan Pangan Bali
Pengembangan bawang putih menjadi perhatian tersendiri bagi Bali karena komoditas tersebut masih menjadi salah satu kebutuhan pangan yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi lokal.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah mendorong perluasan penanaman bawang putih di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi pertanian. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Dalam kegiatan di Tampaksiring, dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan penanaman bawang putih kembali ditegaskan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan di Bali.
Gerakan Penanaman Dilakukan Secara Nasional
Gerakan penanaman bawang putih yang dilaksanakan Polri tidak hanya berfokus pada penambahan luas lahan. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun ekosistem produksi dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit dan sarana produksi hingga pengelolaan hasil panen.
Sembalun menjadi salah satu kawasan yang menunjukkan perkembangan cukup besar. Program pengembangan bawang putih di wilayah tersebut dimulai pada 2025 dengan lahan sekitar 15 hektare. Hingga Juli 2026, luas pertanamannya telah berkembang menjadi sekitar 534 hektare.
Pengembangan tersebut menggunakan sejumlah varietas, di antaranya Sangga Sembalun dan Lumbu Putih. Data yang dipublikasikan ANTARA menyebut kedua varietas tersebut memiliki produktivitas rata-rata sekitar 20 hingga 25 ton per hektare.
Produksi dan Sarana Pertanian Ikut Diperkuat
Upaya meningkatkan produksi bawang putih juga dibarengi dengan dukungan terhadap sarana pertanian dan penanganan hasil panen.
Di Sembalun, pengembangan bawang putih yang dilakukan bersama kelompok tani telah menghasilkan panen dalam jumlah besar. Pada Juli 2026, panen raya dilakukan pada lahan sekitar 105 hektare, dengan progres panen mencapai sekitar 73,5 hektare dan menghasilkan sekitar 1.470 ton bawang putih.
Penguatan sektor hilir menjadi bagian penting karena hasil pertanian tidak cukup hanya ditingkatkan dari sisi luas tanam. Penanganan setelah panen, pengeringan, penyimpanan, hingga kepastian penyerapan menjadi faktor yang turut menentukan keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani.
Bali Dorong Produksi Lokal untuk Kurangi Ketergantungan
Bagi Bali, gerakan penanaman bawang putih memiliki arti strategis karena komoditas tersebut masih menjadi salah satu titik lemah dalam neraca pangan daerah.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menyebut sebagian besar komoditas pangan strategis telah berada dalam kondisi surplus, sementara bawang putih masih mengalami defisit. Karena itu, perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas menjadi salah satu langkah yang terus didorong.
Gerakan penanaman di Tampaksiring sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat, kelompok tani dan berbagai pihak yang terlibat dalam rantai produksi.
Jika produksi lokal dapat terus ditingkatkan dan didukung dengan pasar serta pengelolaan pascapanen yang baik, pengembangan bawang putih di Bali diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi petani.
Dengan demikian, penanaman bawang putih bukan sekadar kegiatan menambah luas lahan pertanian. Program tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan pangan, meningkatkan produksi dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar daerah maupun impor.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar