Jumat, 21 Agustus 2026

Aksi Sosial di Klungkung Tak Hanya Bagikan Bantuan, Warga Juga Dapat Layanan Kesehatan dan Pelatihan

Aksi sosial TP PKK Bali di Kabupaten Klungkung
Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” menyasar masyarakat yang membutuhkan di tiga desa di Kabupaten Klungkung, Jumat (21/8/2026).

KLUNGKUNG — Aksi sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” di Kabupaten Klungkung, Jumat (21/8/2026), tidak hanya menghadirkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan yang menyasar 150 penerima di tiga desa tersebut juga diisi pelayanan kesehatan, vaksinasi rabies, hingga pelatihan memasak bagi ibu rumah tangga.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran kegiatan adalah Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan; Desa Manduang, Kecamatan Klungkung; dan Desa Pikat, Kecamatan Dawan.

Setiap penerima bantuan memperoleh 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Penerima berasal dari sejumlah kelompok masyarakat, antara lain lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, serta kader PKK.

Bantuan untuk Kebutuhan Sehari-hari

Salah satu penerima bantuan, Jero Mangku Ketut Wijana, merupakan warga yang selama sekitar tujuh tahun tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sejak pandemi Covid-19, ia mengandalkan penghasilan dari nganteban banten ketika terdapat upacara keagamaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi keluarga seperti ini, bantuan kebutuhan pokok dapat memberikan ruang untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga dalam beberapa waktu.

Namun, kegiatan sosial tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat.

Tidak Hanya Sembako, Ada Layanan Kesehatan

Sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali turut membawa berbagai bantuan dan layanan.

Di antaranya paket Gemarikan, sembako dan susu, multivitamin, serta bibit pohon dan tanaman cabai.

Masyarakat juga memperoleh pelayanan kesehatan dan vaksinasi rabies secara gratis. Dengan demikian, kegiatan di desa tidak hanya menjadi tempat penyaluran bantuan, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk menghadirkan beberapa layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Pendekatan seperti ini membuat bantuan sosial memiliki manfaat yang lebih luas karena masyarakat tidak hanya menerima barang, tetapi juga memperoleh akses terhadap layanan.

Dari Bantuan Menuju Keterampilan

Hal lain yang menarik dari kegiatan tersebut adalah keterlibatan Bali Chef Community yang memberikan pelatihan memasak kepada para ibu rumah tangga.

Peserta diajak mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang sehat dan bergizi.

Sekilas, kegiatan ini terlihat sederhana. Namun, keterampilan mengolah makanan dapat memiliki manfaat yang lebih panjang dibandingkan bantuan yang hanya habis digunakan.

Jika keterampilan tersebut dikembangkan, kemampuan memasak dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjadi salah satu peluang menambah penghasilan rumah tangga.

Di sinilah kegiatan sosial mulai bergerak dari sekadar memberikan bantuan menuju pemberdayaan.

Pelatihan memasak untuk ibu rumah tangga dalam aksi sosial di Klungkung
Bali Chef Community memberikan pelatihan memasak kepada ibu rumah tangga dalam rangkaian Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” di Kabupaten Klungkung.

Menjangkau Masyarakat dari Tingkat Desa

Aksi “Bergerak dan Berbagi” dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan secara langsung di tingkat desa.

Dengan menyebarkan kegiatan ke tiga lokasi di Klungkung, bantuan dan layanan tidak hanya terkonsentrasi di satu tempat, tetapi mendekat kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan berbagai pihak melihat secara langsung kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda.

Ada keluarga yang lebih membutuhkan bantuan pangan, ada yang membutuhkan layanan kesehatan, sementara kelompok lainnya mungkin membutuhkan keterampilan yang dapat dikembangkan untuk mendukung ekonomi keluarga.

Ketika Bantuan Tidak Berhenti pada Hari Kegiatan

Bantuan sosial memang penting untuk meringankan kebutuhan masyarakat. Namun, dampaknya akan lebih besar apabila bantuan tersebut dapat menjadi pintu masuk menuju dukungan yang lebih berkelanjutan.

Beras, telur, dan susu membantu memenuhi kebutuhan hari ini. Pelayanan kesehatan membantu menjaga kondisi masyarakat. Sementara keterampilan memasak dapat menjadi bekal yang mungkin dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Karena itu, kegiatan di Klungkung menunjukkan bahwa aksi sosial tidak selalu harus berhenti pada pemberian bantuan.

Ketika bantuan kebutuhan dasar dipadukan dengan pelayanan kesehatan dan keterampilan, masyarakat tidak hanya menerima sesuatu untuk digunakan hari ini, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memiliki bekal menghadapi hari berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Bali Menjadi Bali? Jejak Leluhur, Hindu-Buddha, Kerajaan, Jawa, dan Tiongkok yang Membentuk Pulau Dewata

Jejak sejarah dan kebudayaan yang membentuk Bali melalui perjalanan panjang lintas zaman. Ketika mendengar kata Bali , yang terbayang biasan...