Jumat, 21 Agustus 2026

Kunjungan Sosial di Seraya Timur Temukan Keluarga yang Butuh Pendampingan Lebih Lanjut

Kunjungan sosial kepada warga di Seraya Timur Karangasem
Kegiatan kunjungan sosial dan penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, Jumat (21/8/2026).

KARANGASEM — Kunjungan sosial di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, Jumat (21/8/2026), tidak berhenti pada penyaluran bantuan kebutuhan pokok. Dari kunjungan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan keluarga yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut, mulai dari kondisi tempat tinggal yang berhimpitan hingga kebutuhan pendampingan kesehatan dan sosial.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-65 Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali. Dalam kegiatan itu, bantuan berupa sembako dan perlengkapan memasak disalurkan kepada 20 kepala keluarga yang membutuhkan.

Bantuan diserahkan Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karangasem Ny. Anggreni Pandu Lagosa beserta jajaran.

Bantuan Membuka Temuan Persoalan di Lapangan

Penyaluran bantuan dipusatkan di kediaman Ni Wayan Trantim, 78 tahun, di Seraya Timur. Rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan 12 orang.

Kondisi tempat tinggal yang cukup padat menjadi salah satu persoalan yang terlihat dalam kunjungan tersebut. Selain kebutuhan sehari-hari, keluarga juga menghadapi persoalan kesehatan dan sosial yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah keluarga Ni Wayan Sariani yang memiliki anak berusia 13 bulan dengan kondisi stunting. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan pendampingan dan penanganan dari pihak terkait agar tumbuh kembang anak dapat dipantau dengan baik.

Di lokasi yang sama juga ditemukan anggota keluarga yang membutuhkan pendampingan karena kondisi kesehatan mental. Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Tidak Berhenti pada Bantuan Sembako

Temuan di lapangan membuat kegiatan sosial tersebut tidak hanya berakhir setelah bantuan diterima oleh keluarga.

BKOW Bali mendorong adanya asesmen dan pendampingan oleh tenaga yang kompeten bagi anggota keluarga yang membutuhkan. Pendampingan diharapkan dapat membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari dan berinteraksi dengan lingkungan secara lebih baik.

Pendekatan seperti ini penting karena persoalan sosial yang dialami sebuah keluarga sering kali tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan kebutuhan pokok.

Bantuan sembako dapat memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek, tetapi persoalan kesehatan, kondisi tempat tinggal, serta kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup memerlukan penanganan yang lebih panjang.

Penyaluran bantuan BKOW Bali kepada 20 kepala keluarga di Seraya Timur
Penyaluran bantuan kepada 20 kepala keluarga dalam rangkaian HUT ke-65 BKOW Provinsi Bali di Seraya Timur, Karangasem.

Perbaikan Tempat Tinggal Ikut Diupayakan

Selain persoalan kesehatan dan sosial, kondisi tempat tinggal keluarga juga menjadi perhatian.

BKOW Bali akan menjajaki kemungkinan dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu memperbaiki kondisi tempat tinggal agar keluarga tidak harus tinggal dalam kondisi yang terlalu berhimpitan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan masyarakat kurang mampu membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan sekitar dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

Kepedulian Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Kegiatan di Seraya Timur juga menjadi pengingat bahwa persoalan sosial tidak selalu terlihat dari jauh. Ada keluarga yang berada di sekitar lingkungan masyarakat dan membutuhkan perhatian, tetapi kondisinya belum tentu diketahui banyak orang.

Karena itu, anggota BKOW dan GOW di seluruh Bali didorong untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Kepedulian tersebut tidak harus selalu dimulai dari bantuan dalam jumlah besar. Mengetahui adanya persoalan, menghubungkan keluarga dengan layanan yang tepat, serta memastikan bantuan benar-benar berlanjut juga merupakan bagian dari kepedulian sosial.

Kunjungan ke Seraya Timur akhirnya bukan sekadar kegiatan membagikan bantuan. Dari sana, sejumlah persoalan keluarga terlihat lebih jelas dan membuka kebutuhan untuk penanganan yang lebih panjang, melibatkan kesehatan, sosial, tempat tinggal, serta dukungan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Bali Menjadi Bali? Jejak Leluhur, Hindu-Buddha, Kerajaan, Jawa, dan Tiongkok yang Membentuk Pulau Dewata

Jejak sejarah dan kebudayaan yang membentuk Bali melalui perjalanan panjang lintas zaman. Ketika mendengar kata Bali , yang terbayang biasan...