Rabu, 19 Agustus 2026

Penurunan Merah Putih Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI di Bali

Upacara penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Bali
Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, Senin (17/8/2026)

DENPASAR – Bendera Merah Putih diturunkan dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, Senin (17/8/2026) sore. Prosesi berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian upacara peringatan kemerdekaan tingkat Provinsi Bali pada 17 Agustus.

Penurunan Sang Merah Putih menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Prosesi tersebut dijalankan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali yang sebelumnya juga bertugas dalam upacara pengibaran bendera pada pagi hari.

Prosesi Penurunan Bendera Berlangsung Khidmat

Di bawah komando Putu Gaga Pamungkas, Paskibraka menjalankan tugas penurunan Bendera Merah Putih dengan formasi dan gerakan yang telah dipersiapkan.

Tiga anggota Paskibraka mendapat tugas utama dalam prosesi penurunan bendera, yakni I Komang Agus Dava Santanu Putra dari SMK Pariwisata Triatmajaya Tabanan, I Komang Aris Setiawan dari SMA Negeri 1 Dawan Klungkung, dan I Gusti Ngurah Agung Avara Satrawan Wibisana dari SMA Negeri 3 Denpasar.

Sementara itu, tugas sebagai pembawa baki dipercayakan kepada Vadeline Angelia dari SMA Jembatan Budaya Badung.

Pelaksanaan tugas tersebut menjadi bagian dari rangkaian Paskibraka Bali Tahun 2026 yang sebelumnya telah dipersiapkan melalui proses pembinaan dan latihan. Setelah menjalankan tugas pengibaran pada pagi hari, para anggota kembali bertugas dalam prosesi penurunan bendera pada sore hari.

Penurunan Bendera Menutup Rangkaian Upacara

Penurunan Merah Putih menjadi penutup rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat Provinsi Bali.

Seperti halnya pengibaran pada pagi hari, prosesi penurunan bendera memiliki ketentuan dan tata urutan yang harus dijalankan secara disiplin. Karena itu, kekompakan, ketepatan gerakan, serta kesiapan setiap anggota Paskibraka menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas.

Bagi para anggota Paskibraka, tugas tersebut sekaligus menjadi pengalaman dalam menjalankan tanggung jawab pada salah satu momentum kenegaraan terbesar setiap tahun.

Keterlibatan pelajar dalam Paskibraka juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengambil bagian langsung dalam peringatan kemerdekaan, bukan hanya sebagai peserta upacara, tetapi sebagai pelaksana salah satu prosesi utama.

Dari Pengibaran hingga Penurunan Merah Putih

Rangkaian tugas Paskibraka Bali pada 17 Agustus berlangsung dalam dua momentum utama, yaitu pengibaran Bendera Merah Putih pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari.

Kedua prosesi tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian peringatan kemerdekaan. Jika pengibaran menandai dimulainya upacara peringatan pada pagi hari, penurunan menjadi penutup rangkaian kegiatan pada sore hari.

Pemerintah secara nasional juga menempatkan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Pusaka pada 17 Agustus sebagai agenda utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tahun ini, peringatan nasional mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Di Bali, rangkaian tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan upacara di kawasan Niti Mandala Renon yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan, TNI, Polri, pelajar, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum.

Melibatkan Berbagai Unsur

Upacara penurunan bendera di Lapangan Puputan Margarana diikuti sejumlah unsur pemerintahan dan lembaga di Bali.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain unsur pimpinan DPRD Bali, Sekretariat Daerah Provinsi Bali, TNI dan Polri, Pengadilan Tinggi Denpasar, Pengadilan Tinggi Agama Bali, Kejaksaan, BNNP, serta Badan Intelijen Negara Daerah.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan di tingkat daerah menjadi kegiatan bersama yang melibatkan lembaga pemerintahan dan masyarakat.

Meski demikian, inti kegiatan tetap berada pada prosesi penurunan Sang Merah Putih sebagai bagian dari penghormatan terhadap simbol negara sekaligus penutup rangkaian upacara HUT Kemerdekaan.

Paskibraka Bali menurunkan Bendera Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Paskibraka Provinsi Bali menjalankan tugas menurunkan Bendera Merah Putih dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar.


Makna di Balik Prosesi Penurunan

Penurunan Bendera Merah Putih bukan sekadar tanda berakhirnya upacara. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terhadap simbol negara yang dilakukan dengan tertib dan penuh disiplin.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan perayaan. Setelah rangkaian kegiatan berakhir, semangat kemerdekaan tetap perlu diteruskan melalui kehidupan bermasyarakat, menjaga persatuan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.

Bagi generasi muda yang terlibat sebagai Paskibraka, pengalaman menjalankan tugas pada peringatan HUT Kemerdekaan dapat menjadi bagian dari pembelajaran mengenai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan penghormatan terhadap simbol negara.

Menutup 17 Agustus di Lapangan Puputan Margarana

Dengan selesainya prosesi penurunan Bendera Merah Putih, rangkaian utama upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat Provinsi Bali pada 17 Agustus 2026 berakhir.

Dari pengibaran pada pagi hari hingga penurunan pada sore hari, Lapangan Puputan Margarana menjadi salah satu ruang utama berlangsungnya peringatan kemerdekaan di Bali.

Penurunan Sang Merah Putih sekaligus menutup rangkaian upacara dalam suasana khidmat. Setelah bendera kembali disimpan, makna peringatan kemerdekaan tetap berlanjut melalui tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menghargai perjuangan para pendahulu, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Baca juga :

72 Anggota Paskibraka Bali Dikukuhkan

AKRS di TMP Pancaka Tirta Kenang Jasa 805 Pejuang

Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Provinsi Bali

Usai Bertugas Seharian, Paskibraka Bali Rayakan Malam Kebersamaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Bali Menjadi Bali? Jejak Leluhur, Hindu-Buddha, Kerajaan, Jawa, dan Tiongkok yang Membentuk Pulau Dewata

Jejak sejarah dan kebudayaan yang membentuk Bali melalui perjalanan panjang lintas zaman. Ketika mendengar kata Bali , yang terbayang biasan...